Sanghyang Jaran on Reader’s Digest Indonesia edisi Juli 2010

Hmm.. lama sekali tidak membuka page admin wordpress ini. Deretan pe-er project di BaliBagus.com dan antrean editan foto Prayasa Photography seakan bagai palang membentang yang menghadang kesempatan untuk menyambung nafas blog ini. Padahal ide untuk menulis selalu ada dan akhirnya lenyap tanpa sempat tertuang di sini.
Sampai akhirnya terbit majalah Reader’s Digest Indonesia edisi Juli 2010..
Sebelumnya..
Beberapa bulan yang lalu.. tepatnya 24 Mei 2010.. saya mendapat email:
********************************************************************
Dear Wahyu Prayasa,
Majalah Reader’s Digest Indonesia tertarik menggunakan sebuah foto Anda yang terdapat di http://www.prayasa.com/nggallery/page-36/album-8/gallery-111/ .. image nomor 3, untuk rubrik single photo kami berjudul Potret. Kami menawarkan insentif sebesar Rp xxx (dipotong pajak PPH - 5% dengan NPWP dan 6% tanpa NPWP; rekening di luar Bank Mandiri dikenakan biaya Rp 5.000,-), untuk penggunaan sebuah foto tersebut, dan penyediaan caption yang menjelaskan event tersebut.
Potret adalah sebuah rubrik foto 1 halaman yang menampilkan berbagai foto tentang kegiatan budaya di Indonesia, dan menjadi sarana bagi para fotografer profesional maupun amatir untuk unjuk gigi lewat majalah kami, yang saat ini memiliki oplah 80.000 eksemplar dan jaringan distribusi di seluruh propinsi di Indonesia.
Reader’s Digest Indonesia sendiri merupakan bagian dari Reader’s Digest International yang berpusat di Amerika Serikat, dan terbit di 29 negara dalam 50 bahasa. Di Indonesia, Reader’s Digest Indonesia merupakan bagian dari Feminagroup (Femina, Dewi, Gadis, Ayahbunda, Fit, Cita Cinta, Grazia, Cleo, Parenting, Men’s Health dan Bestlife).
Untuk keterangan lebih lanjut, silahkan hubungi saya via email, atau telepon di bawah ini. Terima kasih.
Best Regards,
Antono Purnomo
Redaktur Eksekutif
Reader’s Digest Indonesia
Feminagroup
Gedung Mensa I Lantai Dasar
Jl. HR Rasuna Said Kav B32-33 Jakarta 12910
********************************************************************
Akhirnya saya menyanggupi dengan syarat foto Sanghyang Jaran itu hanya mendapat hak pakai di majalah ini dan hak miliknya tetap pada saya sebagai fotografer.
Awalnya bingung juga nyariin kontrak perjanjian buat foto.
Dari googling sampe search di FN pun ngga nemu2 format surat perjanjian yang baku.. yah akhirnya bikin dengan bahasa sendiri :p . Untung ajah pihak Reader’s Digest Indonesia mau menerima dan menandatanginya. Dan foto Sanghyang Jaran saya pun terpajang di rubrik Potret edisi Juli 2010.

Saat ini semua bisa memotret..
Dengan semakin murahnya peralatan photography dan majunya dunia internet dengan segambreng social networking sangat membantu perkembangan dunia photography. Karena tuntutan untuk memajang foto menjadi suatu keharusan…
Sehingga banyak bermunculan penggemar photography baik yang hobby maupun yang terjun sebagai fotografer. Tetapi kemajuan ini tidak menutup kemungkinan adanya keisengan yang (biasanya) disengaja atau tidak.. mencuri foto dan digunakan sebagai portfolio atau hanya sebagai sample foto (tanpa seijin fotografer).
Saya sudah mengalaminya beberapa kali:
> Kasus Didi Pribadi
> Kasus Agnezz Photography
> Ada di Kaskus.. tapi ada link www.prayasa.com-nya
> Di Kaskus lagi.. tanpa permisi :p
> mungkin (akan) ada lagi..
Hal ini pasti terjadi di semua pemilik foto yang memajang fotonya di internet. Mungkin saja kasusnya lebih banyak dari saya. Terutama temen-temen yang suka motret model. Sudah tentu menjadi incaran website-website yang digunakan untuk mencari hits dan mengunduh rupiah dari adsense :p
Tipsnya..
- Pasang watermark segede tapi tetap indah.. tanpa merusak foto.
- Jika Anda mempunyai foto “andalan” .. sebisa mungkin jangan di-publish, karena mungkin bisa diikutkan lomba yang mungkin hadiahnya sebanding dengan “usaha” Anda menciptakan foto tersebut, atau mungkin bisa dijual sebagai bahan kalender/majalah yang nilainya mungkin cukup membayar lelah Anda.
- Penyerahan hak pakai atau mungkin hak milik sebuah foto itu tergantung nilai yang Anda tentukan kepada foto tersebut, apakah hanya hak untuk dipakai.. atau hak miliknya diserahkan pada pembeli.
- Jika Anda seorang fotografer mulailah memikirkan memiliki sebuah website karena sesuatu yang “gratis” yang ditawarkan oleh beberapa social networking adalah sifatnya tidak kekal. Bayangkan suatu saat nanti.. facebook, multiply, blogspot.. tutup atau trouble .. portfolio Anda akan lenyap dalam hitungan detik.
- Berminat bikin website untuk portfolio include maintenance? .. send email to: info@balibagus.com .. hehheheh




Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.