Ritual Ngerebeg di Desa Tegalalang, Gianyar
Ritual Ngerebeg merupakan salah satu ritual yang sangat ditunggu oleh para fotografer pencinta Budaya Bali. Upacara yang dilakukan di Pura Duur Bingin Tegalalang Gianyar ini dilakukan setiap 210 hari sekali atau 6 bulan sekali.. dan hari itu jatuh pada Rabu, 18 November 2009 kemaren. Keunikan dari upacara ini adalah keikut sertaan anak-anak yang berumur sampai dengan 13 tahun. Mereka menghiasi diri dengan berbagai cara.. mengecat muka, badan.. menambahkan pernik-pernik atau mengenakan pakaian yang menyerupai butha kala yang selalu mencoba mengganggu kehidupan manusia.
Ritual ini telah dilakukan secara turun-temurun selama ratusan tahun dan penduduk setempat meyakini jika salah satu anak tidak ikut ritual ini akan menderita sakit dalam beberapa hari.
Upacara Ngerebeg dimulai dengan pembagian pica kecil dan pica besar. Pica bisa disimboliskan sebagai paica/anugrah yang diberikan oleh Tuhan agar diberi keselamatan dan kesempurnaan. Pica kecil adalah berupa makanan yang telah dibagi menjadi porsi-porsi kecil dengan menggunakan daun pisang sebagai wadahnya. Makanan ini kemudian diberikan ke semua anak-anak dan orang dewasa. Selanjutnya anak-anak membagi diri dan duduk bersama membentuk lingkaran kecil mengelilingi makanan yang berupa nasi dan lawar disajikan dengan beralaskan daun pisang. Menyantap makanan secara bersama-sama dalam suatu lingkaran ini yang juga disebut megibung merupakan tradisi unik yang juga dimiliki di beberapa desa di Bali.
Dan akhirnya ritual Ngerebeg pun dimulai.. Dengan diiringi gamelan beleganjur, anak-anak membawa penjor dalam ukuran kecil ini dihiasi daun kelapa untuk memperlihatkan bahwa mereka tidak takut terhadap butha kala. Dimulai dari Pura Duur Bingin, anak-anak berangkat mengelilingi tujuh banjar yakni: Penusuan, Tengah, Tegal, Triwangsa, Tegallalang, Pejeng Adi, dan banjar Gagah. Selama perjalanan itu, mereka pun menghanturkan bhakti di Pura Mrajapati, Pura Dalem Tegallalang and Pura Desa Tegallalang. Secara keseluruhan ritual Ngerebeg ini bertujuan men-somia-kan butha kala (menetralkan unsur-unsur negatif) dan memohon keselamatan untuk seluruh umat khususnya desa Tegalalang.
So buat yang penasaran.. siapkan waktu dan kamera Anda.. karena ritual ini bisa dijumpai 6 bulan lagie. (more photos: www.prayasa.com)





Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.